Perkemahan Wirakarya Nasional Pramuka Perguruan Tinggi Keagamaan atau singkatnya PWN PTK sementara berlangsung di Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin pada hari kamis (3 mei) kemarin dilapangan utama Kampus UIN Suska Riau. Para Pramuka Penegak Pandega dari seluru penjuru Indonesia telah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan.
Ada yang menarik dari pelaksanaan PW Riau tahun ini, dimana setiap kontingen diharuskan membuat photoboth atau tempat berfoto/berselfi dilokasi kemah masing-masing. Photoboth ini adalah konsep baru selama penyelenggaraan PW, dimana tiap kontingen membuat dan mendesain sedemikian rupa tempat untuk berfoto dengan tema kearifian lokal dari daerah masing-masing.
Hal ini menjadi kesempatan yang tidak disia-siakan oleh Kontingen Pramuka IAIN Palopo untuk memperkenalkan kearifan lokal diwilayah Luwu Raya. Berdasarkan informasi dari salah satu peserta Kontingen Pramuka IAIN Palopo Kak Irfansyah atau yang lebih akrab disapa Kak Anca bahwa kontingen Pramuka IAIN Palopo menampilkan replika sederhana Tugu Toddopuli Temmallara, Singgasana Raja Luwu, dan Foto Pakaian Adat Luwu.
"Di kemah putra kami membuat replika sederhana tugu toddopuli temmalara pas dibelakang gapura kemah kami, sehingga para tamu yang datang langsung melihat tugu tersebut, selain itu disebelah kanan kami buat foto singgasana raja lengkap dengan replika bessi pakkae..." ungkap Kak Anca
Lanjut Kak Anca mengatakan "... untuk di putrinya Kami juga buat replika toddopuli dibelakang gapura, selain itu kami juga membuat tempat foto dengan latar kain khas luwu dan kami juga siapkan pakaian-pakaian adat luwu lengkap dengan aksesorisnya untuk para tamu yang datang."
Toddopuli Temmalara bukanlah hal asing di Tanah Luwu. Masyarakat asli Luwu Raya pasti kenal dan tau akan Tugu Toddopuli Temmalara yang berdiri kokoh di Istana Langkanae. Tugu Toddopuli Temmalara merupakan simbol perjuangan, simbol semangat, simbol keberanian dan simbol persatuan masyarakat luwu. Toddopuli Temmalara terdiri dari 2 kata Toddopuli dan Temmalara. Toddopuli bermakna tertancap dengan kuat, berketatapan hati secara sungguh-sungguh sedangkan Temmalara bermakna tidak goyah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Toddopuli Temmalara bermakna berketatapan hati yang kuat dan tidak tergoyahkan atau makna populernya yang menjadi sifat dari masyarakat luwu yaitu keberanian untuk memperjuangkan kebenaran.
Selain photoboth diatas, Kontingen Pramuka IAIN Palopo juga memperkenalkan lagu daerah yang berjudul "Lembang Sura". lagu yang menggunakan bahasa toraja tersebut memiliki arti Perahu Berukir dan merupakan salah satu lagu daerah yang sangat populer dikalangan masyarakat luwu. Kontingen Pramuka IAIN Palopo juga memperkenalkan sebuah tarian daerah luwu yaitu "Tari Massambe". Tari massambe merupakan salah satu tarian daerah di Luwu Raya yang menceritakan tentang proses singkat pembuatan sagu, dimana sagu merupakan bahan baku makanan asli luwu raya yang menjadi kebanggaan luwu raya. Sagu inilah yang menjadi bahan baku utama dalam makanan khas luwu raya "Kapurung".
Kontingen Pramuka IAIN Palopo pertama-tama menampilkan lagu lembang sura yang dinyanyikan secara berkelompok atau paduan suara. Setelah selesai menyanyi dilanjutkan dengan tarian paduppa yang diawali dengan pembacaan sinopsis tarian paduppa oleh kak Vivi. Para penonton didepan panggungpun terhibur dan sambil berteriak "Palopo" beberapa kali.
Sebagai informasi, bahwa kegiatan PW memiliki banyak bidang kegiatan, diantaranya bakti nyata (homestay), wawasan kebangsaan, Karnaval, kunjungan wisata, pentas seni/budaya dan lain-lain.


